Hello everyone, lama nggak posting nih, karena warnet di samping gang sempit semakin membludak peminatnya. Jadi, sebulan lebih aku kerahkan kegiatanku buat kerja sampingan jadi panitia Jambore Kewirausahaan Nasional dan siap-siap buat ikutan tes beasiswa masuk STAN, sekalian mikir buat beli tiket pulang kampung.

Setelah tanggal 14 Juli kemarin ngirimin berkas dan akhirnya dinyatakan lolos seleksi di tanggal 29 Juli kemarin, ternyata perjuanganku cuma sampai di USM STAN tanggal 21 Agustus kemarin. Aku yang hanya seorang perantau baru, gagal mengikuti ujian hanya karena terlambat datang selama 2 menit. Aku salah naik angkutan umum, yang harusnya naik S10 jurusan Ciputat - Pondok Ranji malah naik D01. Alhasil harus putar balik lagi. Ditambah lagi tidak ada ojek pagi. Rasanya harus menangis sekencang-kencangnya tapi air mata sudah habis termakan waktu yang tiap hari harus ku pergunakan untuk belajar soal-soal bimbel USM STAN daru grup facebook.

Aku sedih bukan karena tidak diterima atau tidak lolos, tapi karena belum berjuang sama sekali. Rasanya seperti kehilangan motor yang baru dibeli dan belum dipakai sama sekali. Akhirnya aku menangis sepanjang perjalanan pulang dari Bintaro menuju Ciputat. Sambil mengadu di dalam hati, "Ya Allah, kalau tahun ini aku tidak jadi kuliah. Pekerjaan apa yang cocok untuk diperjuangkan? Menjadi artiskah atau ada yang lainnya? Aku tak pandai berdagang, aku pun tak punya modal. Ataukah aku harus pulang kampung, karena sudah tidak nemu jalan yang akan ku lalui saat ini?"